Naikin Omzet Modal Minim. Mau?

Naikin Omzet Modal Minim. Mau?                            


:)





Tahukah Anda POTENSI konsumen yg sangat BESAR ada di Internet??
Dari data APJII, pengguna Internet di Indonesia tahun 2014 TEMBUS hampir 100 Juta Pengguna

Menjawab TREN INTERNET yg makin besar. Webpraktis & Komunitas Pebisnis Bekasi mengadakan seminar:


"Bongkar Cara Mudah Memulai Bisnis Online
& Meningkatkan Omzet dgn Modal Minim"



PEMBICARA:

Hermas Puspito
- Founder Webpraktis dgn 3000 klien dlm 1.5 thn
- CEO PT. Ednovate Indonesia
- Mentor Sales & Marketing utk Bisnis


Seno Ajie
- Mentor Bisnis Online
- Memiliki akun socmed dgn puluhan ribu follower
- Pebisnis Online berbagai produk


MATERI:

- Cara Mudah Berbisnis Online
- Menaikan Omzet Modal Social Media doang
- 14 Teknik Closing utk UKM
- Bongkar Mudahnya Buat Web Bisnis Online
- Teknik Jitu Jualan Laris
- Melejitkan Omzet Modal Minim
- Tembus 100 Juta / Minggu Modal Reseller.
- Kiat Jitu Membangun Reseller Bisnis


MANFAAT & BONUS

- Networking dgn 200 pebisnis lainnya
- Materi seminar
- Info peluang bisnis
- Free voucher website
- GRATIS Makan Siang
- GRATIS Ebook Bisnis & Marketing

Total Manfaat lebih dari 670rb !!


INVESTASI TERJANGKAU:

Hanya Rp 75 ribu / orang
Cuma Rp 120 ribu / 2 orang
Hanya Rp 200 ribu / 4 orang
*) Rombongan lebih murah.


Transfer ke :
BCA : 633.076.2100
Mandiri : 166.0010.32012.5
A/n PT. Ednovate Indonesia


WAKTU/LOKASI:

Sabtu, 28 November 2015
09.00 - 15.00 wib
Restoran Margajaya Bekasi Ballroom Lt.2
Jl. Kemakmuran No.39
(Samping RS. Hermina Bekasi)


CARA DAFTAR:

Ketik:
TNG16_Nama_HP_JumlahTransfer

Contoh:
TNG16_Muksit_08989135346_200rb

Kirim SMS ke 081311630327



NB:
Kuota terbatas!
Segera daftar dan amankan seatmu.













Mau naikin Omzet Modal Minim? Yuk ikutan ini.

Pendosa yang Tak Kunjung Taubat

Setiap jiwa manusia pasti pernah melakukan dosa baik disengaja ataupun tidak baik dosa kecil maupun dosa besar baik dosa kepada manusia maupun dosa kepada Allah swt. Sudah menjadi kodrat manusia bahwa salah dan lupa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dirinya.

Tak ada manusia yang luput dari salah dan dosa meski ia adalah seorang raja tak terkecuali semua pasti pernah melakukan salah dan lupa hanya nabi Muhammad yang tidak pernah berbuat salah karena beliau mendapat gelar "al ma'shum" yaitu terjaga dari segala perbuatan salah dan dosa.

Berbeda dengan Malaikat dan iblis, manusia memiliki dua hal didalam dirinya yaitu akal dan nafsu, dengan akalnya manusia mampu berpikir dengan terarah mampu membedakan mana yang baik dan buruk. Beda halnya dengan Malaikat yang hanya diberikan akal saja tanpa nafsu sehingga tidak pernah dikenal ada Malaikat berbuat dosa dan ingkar kepada Allah sebagai sang khaliq maka, tugas Malaikat hanyalah ibadah kepada Allah swt.

Lain halnya dengan iblis laknatullah, ia hanya dikarunia nafsu saja oleh Allah swt. Maka pantas kerjaan iblis hanya menggoda manusia saja sampai hari kiamat. Padahal dahulu sebelum ia dikutuk oleh Allah, iblis pernah menjadi penasehat para Malaikat selama beratus-ratus tahun, pernah menjadi pemegang kunci surga sangat lama namun karena ada setitik kesombongan dalam diri iblis maka Allah mengutuknya menjadi makhluk pembangkang.

Sebagai manusia biasa, manusia tak selamanya mampu mengendalikan diri segala godaan hidup, terkadang iman dalam diri manusia bertambah seiring ibadah yang dilakukan secara intens dan kadang iman manusia berada dalam kondisi sangat down karena jauh dan lupa dari Allah swt.

Manusia yang baik bukanlah yang tak pernah berbuat salah dan dosa dalam hidupnya, dan manusia yang selalu berbuat dosa dan kesalahan sepanjang hidupnya juga belum tentu sebagai manusia yang buruk karena hidup tidak pernah tau akan berakhir seperti apa hanya Allah yang maha kuasa atas segala skenario hidup hambanya. Maka sebagai manusia yang baik, jika berbuat dosa dan salah maka segera bertaubat kepada Allah swt dan sebisa mungkin untuk tidak mengulangi kesalahan dan dosa.

Wallahu A'lam

Ibn Mahfudz El-Haetami

Semua Bisa Kesana!

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Bagaimana kabarnya saudaraku seiman dan seakidah. Semoga sehat selalu dan berada dalam naungan rahmat dan kasih sayang Allah swt. aamiin

Setiap Muslim pasti memiliki keinginan untuk pergi umrah dan haji. Namun tidak semuanya berkesempatan pergi kesana karena beberapa faktor diantaranya faktor biaya. Perjalanan ibadah umrah sangat berbeda kontras dengan perjalanan tour lainnya yg 99 % bisa dilakukan oleh siapapun asalkan punya uang. Namun tidak untuk perjalanan ibadah umrah, berapapun banyaknya uang tidak menjadi jaminan bisa berangkat melakaanakan ibadah umrah.

Perjalanan ibadah umrah boleh dikatakan merupakan perjalanan istimewa karena merupakan perjalanan penuh makna dan juga perjalanan menuju pertemuan seorang hamba dengan khaliq-Nya. Maka, orang yang berkesempatan melakukak ibadah umrah, adalah mereka hamba-hamba pilihan Allah Swt. yang dipanggil oleh Nya.

Selain itu, ibadah umrah juga merupakan serangkaian perjalanan ruhani karena kerap kali seorang yang telah selesai melakukan ibadah umrah menemukan jati dirinya sebagai seorang muslim sesungguhnya. Kita banyak menemukan betapa seorang artis misalnya berubah drastis dalam berpakaian awalnya tidak berhijab kemudian berhijab dan bahkan menginspirasi lainnya.

Tidak sedikit pula kita menemukan orang yang jahat sekalipun mereka kemudian insyaf dan menjadi seorang hamba soleh tiada duanya. Banyak contoh-contoh lainnya terkait perubahan yang terjadi pada seseorang setelah melakukan perjalanan ibadah umrah. Bahkan dengan melakukan perjalanan ibadah umrah ini banyak orang yang awalnya kekurangan harta justru menjadi murah rizkinya itu karena Allah swt menjamin akan bertambahnya harta serta keberkahan seseorang apabila telah selesai melakukan perjalanan ibadah umrah.

Pertanyaannya bagaimana saya bisa umrah? Sementara saya tidak punya biaya.

Jawabannya gampang! anda tinggal bergabung dengan saya!
Silahkan hubungi nomer ini dan mari wujudkan cita-cita anda menunaikan ibadah umrah.

Terimakasih
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

El Haetami Ibn Mahfudz
085774745367
muksithaetami@gmail.com

MEMPERINGATI & MENSYUKURI HARI SUMPAH PEMUDA

         
         Hari ini tepatnya tanggal 28 Oktober 2015 adalah hari sumpah pemuda. Banyak cara yang dilakukan oleh para pemuda untuk menyambut dan memperingatinya salah satunya dengan menyelenggarakan upaca-upacara bendera diikuti dengan pembacaan teks sumpah pemuda dan acara seremonial laiinya. Hampir diseluruh pelosok negeri hari sumpah pemuda diperingati karena merupakan sebuah hari yang sudah sangat diketahui oleh para pemuda khususnya.

Banyak hal berbeda dari tahun ke tahun dalam perayaan hari sumpah pemuda dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Boleh dikata bahwa perayaan hari sumpah pemuda saat ini lebih terfokus kepada seremonial saja. Namun begitu, semangat para pemuda dalam merayakan hari sumpah pemuda tetap sama namun konteksnya saja yang berbeda. Jika dahulu para pemuda memang belum tersentuh oleh kemajuan zaman dan teknologi seperti sekarang maka saat ini zaman sudah begitu canggih dan teknologipun sudah sedemikian majunya.

Menyikapi hari sumpah pemuda, kita akan menemukan bahwa esensi dari sumpah pemuda adalah bersyukur. Mensyukuri hasil perjuangan para pahlawan terdahulu yang telah berjuang mati-matian membela Negara Indonesia tercinta. Beliau para pahlawan telah menuliskan sejarah dengan tinda emas dan tugas generasi muda adalah menjaga dan melanjutkan perjuangannya. Banyak cara untuk bersyukur diatara nya adalah dengan bekerja keras membuat diri kita menjadi pemuda yang mampu bersaing dengan pemuda lain diseluruh dunia, menjadi pemuda pencuri solusi bukan pemaki-maki, menjadi pemuda yang mampu membanggakan kedua orang tuanya, Negara, bangsa, dan agama, juga pemuda yang penuh karya dan banyak manfaatnya untuk sesama.

Peristiwa Sumpah Pemuda termasuk lagu kebangsaan Indonesia Raya adalah nikmat besar bagi bangsa Indonesia. Nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya itu laksana tirta amerta, air suci yang dapat menyembuhkan ibu pertiwi yang saat ini sedang mengalami sakit komplikasi. Juga dapat seperti cahaya yang bisa menyingkap kegelapan yang menyelimuti ibu pertiwi akibat ulah putra-putrinya yang nakal dan masuknya nilai atau pengaruh negatif dari luar negeri. Ia juga bisa menjadi jangkar yang menguatkan pendirian bangsa Indonesia ketika terombang-ambing oleh derasnya arus globalisasi sehingga tidak terjerembab dalam “gombalisasi”. Oleh karena itu mencari obat untuk kesembuhan ibu pertiwi bisa diperoleh dari bangsa Indonesia sendiri. Obat dari luar negeri, seperti IMF, bisa jadi malah dipalsukan.

       Memang, akibat penyakit komplikasi itu, membuat segala sesuatu yang ada pada bangsa Indonesia tidak sampai. Ilmunya walaupun tinggi tidak sampai kepada kearifan, hukumnya tidak sampai pada keadilan, ekonominya tidak sampai pada pemerataan, persatuanya tidak sampai pada kekokohan, kekuasaannya tidak sampai pada pengayoman, kepimpinannya tidak sampai pada keteladanan

Lagu kebangsaan Indonesia Raya, Sumpah Pemuda, lambang negara Republik Indonesia, dasar negara, tujuan negara, sifat negara, pembukaan undang-undang dasar ’45, semua itu menyimpan nilai-nilai luhur untuk menyelamatkan Indonesia.
Bila menginsyafi hal ini maka memperingati Sumpah Pemuda adalah wajib. Biarlah orang lain ada yang mengatakan peringatan Sumpah Pemuda ini bid’ah dholalah. Dan memang, bagi generasi penikmat yang tidak bersyukur mungkin bertanya-tanya untuk apa Sumpah Pemuda, lagu kebangsaan Indonesia Raya. Peristiwa 81 tahun yang lampau itu, malah dianggap angin lalu yang tidak relevan diperingati di jaman sekarang. Hanya membuang biaya banyak tanpa ada manfaatnya.

Para pendahulu bangsa Indonesia sebenarnya sudah mendidik kita agar menjadi manusia yang bersyukur kepada sesama manusia. Satu contoh di dalam pembukaan UUD 45 alenia ke dua berbunyi : “ Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia kedepan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur”. Disitu ada kata-kata; perjuangan kemerdekaan Indonesia dan pergerakan kemerdekaan Indonesia. Perjuangan kemerdekaan berlangsung sejak tahun 1511 oleh raja Demak, Pati Unus melawan Portugis sampai tertangkapnya Pangeran Diponegoro tahun 1830. Dari kata-kata perjuangan kemerdekaan itu timbul deretan nama pahlawan pejuang kemerdekaan Indonesia.

Perjuangan lalu dilanjutkan dengan pergerakan kemerdekaan sampai tahun 1945. Ada pergerakan di bidang politik, ekonomi, sosial, agama, budaya, dan lain-lain. Dari situ timbul pula nama-nama pahlawan pejuang pergerakan kemerdekaan Indonesia. Untuk menghargai jasa para pahlawan, nama-nama mereka dijadikan nama jalan-jalan besar; di ibukota, propinsi, kabupaten dan lain-lain. Mengapa tidak dijadikan nama gedung-gedung saja? Itu pendidikan. Agar jutaan manusia yang setiap hari lalu lalang melewati jalan nama pahlawan itu, ingat pengorbanan dan perjuangan yang telah ditempuh. Sayangnya, tidak banyak orang yang lalu lalang itu menyadarinya.

Orang yang tidak menyadari nilai-nilai luhur yang tersimpan dalam Sumpah Pemuda, lagu kebangsaan Indonesia Raya, dasar negara dan lain-lain, akan menganggap berbagai peristiwa besar itu sebagai kepunyaan masa lalu. Dan yang memprihatinkan, mereka tidak segan menghapus-melenyapkan aset bangsa itu dan selanjutnya, mengganti dengan nilai-nilai kotor seperti Bethorokolo (Bethoro : penguasa, Kolo : waktu)-mumpung berkuasa, Dosomuko (Doso artinya sepuluh, Muko artinya kepala). Satu orang memiliki sepuluh kepala; mata dua puluh, telinga dua puluh, mulut sepuluh. Masing-masing kemauannya sendiri-sendiri. Ada yang suka makan aspal dan lain sebagainya.

Kita harus senantiasa menjaga nilai-nilai luhur bangsa sebab kalau tidak nilai luhur itu akan terkikis dengan masuknya budaya luar yang berisi kekerasan yang diimport oleh pihak-pihak tertentu. Dan pada gilirannya, negara Indonesia akan tinggal nama. Namanya masih Indonesia tapi isinya berupa penjajahan. Ini terserah kita.
Apakah penjajahan itu ? Penjajahan itu bukan manusia, bukan pemerintah tetapi nafsu serakah, thoma’, kedholiman, ingin mencaplok hak orang lain. Bacalah alenia 1 pembukaan UUD ’45, “Bahwa kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan prikemanusiaan dan prikeadilan”. Bukan manusianya tapi nafsu serakah yang demikian itulah yang harus dihapus, dibersihkan dari dunia, terutama dari bumi Indonesia. Mulai dari diri kita sendiri. Kalau tidak dihilangkan, sampai kapanpun penjajahan di Indonesia akan terus berlangsung, caplok sana, caplok sini.

Masalah Sumpah Pemuda adalah masalah yang besar, mengandung keajaiban- keajaiban. Keajaiban itu dapat dilihat dari tempat dan waktu terjadinya. Dari tempat terjadinya di rumah nomer 106 mengandung 7 keajaiban, seperti jumlah angkanya (1 + 0 + 6 = 7).
Tahun 1928 mengandung makna satu nusa, satu bangsa. Terdiri 1900 dan 28. Tahun 1900 itu satu nusa. Penjelasannya 1 + 9 = 10 dan angka 10 sama dengan angka satu. 28 juga satu – satu bangsa ( 2 + 8 = 10 ). Dan bulan Oktober, bulan kesepuluh – satu bahasa. Tanggal 28 juga sepuluh – satu Negara Republik Indonesia. Jadi waktu terjadinya sumpah pemuda itu mengandung makna Satu nusa, Satu bangsa, satu bahasa dan satu bentuk negara yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Tanggal 28 yang mempunyai makna tentang bentuk negara NKRI itu juga sesuai dengan nama gang-nya yaitu gang Kenari yang berarti Kesatuan Negara Republik Indonesia. Gang artinya jalan sempit dan keadaan gang itu bermacam-macam. Tapi yang dituju adalah gang Kenari. Juga nama jalannya yaitu Kramat Raya, Kramat – Kemulyaan, Raya – besar. Menuju kemulyaan yang besar bukan jalan kehinaan.

Itu mengenai nama tempat dan waktunya. Belum lagi pelakunya yaitu para pemuda usia sekitar 25 tahun, bukan orang tua. Pada jaman penjajahan itu, ibu pertiwi di injak-injak kehormatannya, pemimpin-pemimpinnya di kerangkeng, kesadaran di bunuh, bangsanya di perbudak, kekayaan di keruk melaut ke negara mereka, lisan di berangus, telinga di sumbat. Pada kondisi yang sedemikian itu ibu pertiwi melahirkan Sumpah Pemuda. Dengan penuh keberanian para pemuda melintasi batas suku, agama, daerah, meninggalkan kebiasaan hura-hura untuk mempersatukan Indonesia. Ini ajaibnya pemuda masa itu, tidak seperti sekarang ini yang suka tawuran.

Bagi penjajah, banyaknya penduduk Indonesia, kerajaan-kerajaan yang ada di dalamnya, organisasi-organisasi tidak membuat mereka takut tapi munculnya sumpah pemuda dan lagu kebangsaan Indonesia membuat mereka seperti mendengar petir di siang bolong, bingung, ketakutan dan kelabakan. Usahanya membuat bangsa Indonesia terutama golongan ningrat, raden-raden menjadi ngantuk dan kalau bisa terus tidur, terancam. Mereka lalu sibuk membuat dekrit yang melarang lagu Indonesia Raya dinyanyikan, barang siapa diketahui menyanyikannya diancam penjara.

Penjajah tahu rahasia yang terkandung dalam lagu kebangsaan Indonesia. Diantaranya,  … marilah kita berseru Indonesia bersatu … seruan persatuan antar agama, antar suku, antar raja. Bukan hanya seruan persatuan yang membuat penjajah takut. Dalam lagu itu juga diserukan agar jiwa bangsa Indonesia segera bangun – bangunlah jiwanya bangunlah badannya – bangun untuk Indonesia Raya dan mencintainya. Lebih menakutkan lagi karena lagu itu menyerukan berulang-ulang – merdeka, merdeka, merdeka.
Bila saja makna dan seruan dalam lagu itu diamalkan bangsa Indonesia dengan sadar dan insyaf akan menjadi musibah besar bagi penjajah. Tidak lama lagi penjajah menuju lubang kubur. Sebaliknya, bagi bangsa Indonesia akan mengalami kejayaan. Sebab bangsa Indonesia memang berjiwa besar tapi sedang tidur, kena flu.

Istilah sumpah juga disadari sebagai hal yang ajaib. Sumpah adalah kata-kata yang mengandung masalah besar. Sejak tahun 686 M sampai tahun 1945 sumpah yang bersifat nasional sudah terjadi 4 kali dan efek yang ditimbulkan sangat dahsyat.
  • Tahun 686 Sumpah yang diucapkan Syailendra telah mengantarkan kebesaran Negara Indonesia pertama yaitu negara Sriwijaya, daerah kekuasaannya meliputi Pilipina dan Srilangka.
  • Sumpah Garuda, sumpahnya burung Garuda. Bagaimana burung bersumpah ? Burung adalah lambang jiwa, Garuda lambang besar – Sumpahnya jiwa yang besar. Seperti terdapat pada relief dinding candi Kidal di Malang. Yang mana di candi itu disimpan abu pembakaran raja Anusapati yang wafat pada tahun 1245. Dikisahkan, Garuda memiliki seorang ibu namanya Winoto tapi sedang diperbudak. Garuda bisa menyelamatkan ibunya bila ia bisa merebut guci yang berisi air Amerta. Garuda akhirnya bersumpah untuk berbakti pada ibunya – Winoto – ibu Pertiwi. Dengan tekad jiwa besar dan segala kemampuan yang dimiliki, Garuda bisa merebut guci itu dan membebaskan ibunya dari perbudakan. Ini cerita sejarah yang mengandung falsafah yang sebenarnya juga ada dalam lagu Indonesia Raya, “Indonesia tumpah darahku”.Tumpah darah itu merah dan putih. Merah artinya berani, putih artinya suci. Berani karena benar, bukan karena tabiat seperti singa, karena kepepet lalu menggerogoti uang negara. Yang salah saja berani, mengapa yang benar tidak ? Membela tanah tumpah darah. Disanalah aku berdiri tegak, berdiri imannya, pendiriannya. Untuk menjadi pandu ibuku. Itu sumpah. Makanya kalau menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia dilakukan sambil berdiri. Berdiri itu artinya bersumpah mengamalkan isi lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan itu.
  • Sumpah nasional yang ketiga tahun 1331, Sumpah Palapa – sumpah Maha Patih Gajah Mada. Setelah diucapkan, sumpah itu lalu diperjuangkan selama 2 tahun lebih, kemudian timbul kejayaan Mojopahit pada jaman Hayam Wuruk.
Berselang 597 tahun kemudian terjadi Sumpah Pemuda, Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa. Selang waktu 597 itu ternyata juga mengandung makna tiga, 5 + 9 + 7 jumlahnya 21, 2 dengan 1 sama dengan 3 – Satu nusa, Satu bangsa, Satu bahasa. Dan berselang 17 tahun dari Sumpah Pemuda muncul Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Peristiwa sumpah pemuda telah memunculkan seorang tokoh besar, pencipta lagu Indonesia Raya, WR. Supratman. Seorang pemuda berbadan kurus kering, fakir miskin, sampai wafat di Surabaya pada usia 35 tahun belum mempunyai rumah.

Tapi kefakiran, kekurusan yang menyelimuti badannya  itu tersimpan jiwa yang besar. Kebesaran jiwa itu dituliskan di atas secarik kertas sehingga menjadi lagu Kebangsaan Indonesia. Menjadi satu-satunya lagu yang keramat di antara ribuan lagu di Indonesia saat itu dan bisa meneteskan air mata. Satu-satunya lagu yang harus dinyanyikan dengan cara berdiri. Satu-satunya lagu yang ditakuti penjajah dan dilarang selama 14 tahun. Satu-satunya lagu yang masuk konstituti Negara Republik Indonesia (bab 15 pasal 36 b lagu Indonesia Raya). Satu-satunya lagu yang mengantarkan WR Supratman menjadi Pahlawan Nasional. Lagu yang senantiasa dikenang di seluruh Indonesia. Satu-satunya lagu yang tidak sembarangan cara menyanyikannya. Ada aturan, yang aturan itu sudah masuk lembaga negara. Bukankah itu menunjukkan kebesaran jiwa untuk melawan penjajah?

Lagu itu lahir pada malam yang sama dengan sumpah pemuda. Sekarang kita tinggal menikmati dan mensyukuri. Apakah tidak malu, melalui jalan-jalan yang namanya pahlawan-pahlawan itu, kalau kita tidak bersyukur. Saya yakin selama sifat malu belum koyak pasti akan bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan bersyukur kepada sesama manusia. Nabi Muhammad bersabda : “Barang siapa yang tidak bersyukur kepada sesama manusia tidak beryukur kepada Alloh”.


Sumber : www.duniapemuda.com

Masa Kecil "Abah"

Beliau lahir dari seorang ayah bernama habib Mahdi Bin Syekh Abi Bakar Bin Salim dan seorang ibu yang bernama syarifah Balqis Binti Habib Idrus. Abah Saggaf –begitulah sapaan akrab santrinya sehari-hari- lahir di desa Mangunda Dompu Nusa Tenggara Barat (NTB) pada tanggal 15 agustus 1945. read more..