Setiap jiwa manusia pasti pernah melakukan dosa baik disengaja ataupun tidak baik dosa kecil maupun dosa besar baik dosa kepada manusia maupun dosa kepada Allah swt. Sudah menjadi kodrat manusia bahwa salah dan lupa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dirinya.
Tak ada manusia yang luput dari salah dan dosa meski ia adalah seorang raja tak terkecuali semua pasti pernah melakukan salah dan lupa hanya nabi Muhammad yang tidak pernah berbuat salah karena beliau mendapat gelar "al ma'shum" yaitu terjaga dari segala perbuatan salah dan dosa.
Berbeda dengan Malaikat dan iblis, manusia memiliki dua hal didalam dirinya yaitu akal dan nafsu, dengan akalnya manusia mampu berpikir dengan terarah mampu membedakan mana yang baik dan buruk. Beda halnya dengan Malaikat yang hanya diberikan akal saja tanpa nafsu sehingga tidak pernah dikenal ada Malaikat berbuat dosa dan ingkar kepada Allah sebagai sang khaliq maka, tugas Malaikat hanyalah ibadah kepada Allah swt.
Lain halnya dengan iblis laknatullah, ia hanya dikarunia nafsu saja oleh Allah swt. Maka pantas kerjaan iblis hanya menggoda manusia saja sampai hari kiamat. Padahal dahulu sebelum ia dikutuk oleh Allah, iblis pernah menjadi penasehat para Malaikat selama beratus-ratus tahun, pernah menjadi pemegang kunci surga sangat lama namun karena ada setitik kesombongan dalam diri iblis maka Allah mengutuknya menjadi makhluk pembangkang.
Sebagai manusia biasa, manusia tak selamanya mampu mengendalikan diri segala godaan hidup, terkadang iman dalam diri manusia bertambah seiring ibadah yang dilakukan secara intens dan kadang iman manusia berada dalam kondisi sangat down karena jauh dan lupa dari Allah swt.
Manusia yang baik bukanlah yang tak pernah berbuat salah dan dosa dalam hidupnya, dan manusia yang selalu berbuat dosa dan kesalahan sepanjang hidupnya juga belum tentu sebagai manusia yang buruk karena hidup tidak pernah tau akan berakhir seperti apa hanya Allah yang maha kuasa atas segala skenario hidup hambanya. Maka sebagai manusia yang baik, jika berbuat dosa dan salah maka segera bertaubat kepada Allah swt dan sebisa mungkin untuk tidak mengulangi kesalahan dan dosa.
Wallahu A'lam
Ibn Mahfudz El-Haetami


0 komentar:
Posting Komentar